Google Adsense

Saturday, September 12, 2015

Indonesia dorong aplikasi nuklir damai di bawah IAEA

Indonesia dorong aplikasi nuklir damai di bawah IAEA

Indonesia mendorong penguatan kerja sama internasional di bidang keselamatan dan keamanan nuklir, serta aplikasi teknologi nuklir untuk maksud damai dalam kerangka Badan Tenaga Atom Internasional atau IAEA.

Minister Counsellor KBRI/PTRI Wina Dody Kusumonegoro kepada Antara London, Jumat, mengatakan dorongan tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di Wina Rachmat Budiman pada Sidang Dewan Gubernur IAEA di Wina, Austria, pada 7-11 September 2015.



Sebagai Ketua Delegasi Indonesia, Dubes Rachmat Budiman juga menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu negara-negara berkembang lainnya di kawasan Asia Pasifik, dan Afrika, khususnya di bidang aplikasi teknologi nuklir dalam berbagai bidang pembangunan.

Di bidang keselamatan nuklir, Dubes Rachmat Budiman menyampaikan apresiasi atas beberapa kerja sama antara Indonesia dan IAEA dalam rangka pengembangan infrastruktur dan penguatan budaya keselamatan nuklir.

Indonesia mempunyai catatan keselamatan dan keamanan nuklir yang baik, namun pengembangan kapasitas di bidang tersebut merupakan suatu yang harus dilakukan secara berlanjut untuk menjawab tantangan perkembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir yang semakin luas.

Hal itu, katanya, juga menjadi semakin penting mengingat rencana Indonesia untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pada masa yang akan datang.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan IAEA, antara lain Site and External Events Design (SEED) dalam bentuk pelatihan mengenai "safety review simulation", rencana pengiriman SEED review mission oleh IAEA ke Indonesia.

Selain itu lokakarya tentang "safety culture self-assessment", maupun berbagai kerja sama dalam pengembangan dan penguatan infrastruktur regulasi di bidang ketenaganukliran.

Pascakecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang, keselamatan nuklir menjadi isu sensitif. Dalam hal itu, masyarakat internasional terus melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan standar keselamatan nuklir di seluruh dunia.

Dubes Rachmat Budiman menyambut baik upaya IAEA untuk membantu negara-negara anggotanya memperkuat kapasitas nasional di bidang keamanan nuklir. Berbagai program dukungan IAEA kepada negara anggota, antara lain Integrated Nuclear Security Support Plans (INSSP) dan implementasi Nuclear Security Plan 2014-2017.

Keamanan nuklir merupakan isu penting untuk menjaga agar semua material nuklir tetap berada dalam pengawasan badan nasional terkait serta menghindari kemungkinan pencurian material dan teknologi nuklir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pada kesempatan itu, Indonesia menerima kunjungan tim International Physical Protection Advisory Service (IPPAS) untuk melakukan penilaian dan kajian terhadap infrastruktur pengamanan fisik fasilitas nuklir di Indonesia.

Indonesia merupakan negara pertama yang menyelenggarakan "regional school on nuclear security" pada Oktober 2014. Kegiatan tersebut dihadiri 36 peserta dari 11 negara di kawasan Asia dan Pasifik.

Dubes Rachmat Budiman mengatakan Indonesia memiliki keunggulan di bidang aplikasi teknologi nuklir untuk maksud damai, khususnya di bidang pertanian, yang diakui masyarakat internasional melalui pemberian penghargaan Outstanding Achievement Award di bidang pemuliaan tanaman (mutation breeding).

Dengan keunggulan tersebut, Indonesia siap membantu negara berkembang lainnya melalui skema kerja sama Peaceful Uses Initiative (PUI) di bidang pemuliaan tanaman, khususnya negara-negara berkembang di kawasan Asia Pasifik.

Melalui skema PUI tersebut, Indonesia menyediakan keahlian yang dimiliki, sedangkan pendanaan kerja sama diharapkan diperoleh dari negara-negara donor lainnya.

Indonesia juga menyampaikan kesiapannya untuk menggalang kerja sama tingkat regional, khususnya melalui laboratorium milik Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) yang telah ditetapkan sebagai IAEA Collaborating Center for Industrial Applications of Nuclear Technology.

Sidang Dewan Gubernur IAEA itu merupakan sidang yang khusus diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan Konferensi Umum (General Conference) IAEA dimulai 14 September mendatang di Wina, Austria.

Partisipasi Indonesia dalam konferensi tersebut memiliki arti strategis untuk menyuarakan kepentingan Indonesia dalam program-program IAEA dan dalam rangka menggalang kerja sama dan kemitraan dengan negara-negara anggota IAEA untuk mendukung berbagai program pengembangan dan pemanfaatan iptek nuklir di Tanah Air.  (Antara)

PANGDAM MINTA TENTARA PNG BEBASKAN SANDERA WNI

PANGDAM MINTA TENTARA PNG BEBASKAN SANDERA WNI

Jayapura – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen Hinsa Siburian meminta tentara Papua Niugini (PNG Defence Force/PNG DF) segera membebaskan dua WNI yang disandera di wilayah PNG.

“Kami terus melakukan pendekatan dengan tentara PNG dibantu Konsulat RI di Vanimo,” kata Pangdam Cenderawasih di Jayapura, Sabtu (12/9/2015), seperti dikutip Antara.

Mayjen Hinsa mengatakan sudah meminta tentara PNG membebaskan kedua sandera sesegera mungkin dengan mengutamakan keselamatan mereka. Hingga kini belum ada permintaan dari kelompok yang menyandera kedua WNI

Penyanderaan dilakukan sejak Rabu (9/9), di mana Kedua WNI yang disandera ditawan di Kampung Skouwtiau Papua Nugini (PNG). Kampung Skoutiau merupakan salah satu kampung yang berada di perbatasan RI-PNG.

Selain menyandera kedua WNI, kelompok bersenjata itu juga menembak warga sipil lainnya, yakni Kuba, yang sedang memotong kayu di kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom. Kuba yang mengalami luka tembak dan panah masih dirawat di RS Bhayangkari.

KODAM VII WIRABUANA MENGGELAR LOMBA FOTO

KODAM VII WIRABUANA MENGGELAR LOMBA FOTO

Untuk merayakan dan memeringati HUT ke 70 Tentara Nasional Indonesia, Tahun 2015. Panitia HUT ke 70 TNI, akan menggelar serangkaian kegiatan, yang meliputi :

Pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alut Sista) serta Pameran Foto-Foto TNI, Lomba Foto, Lomba Menembak Eksekutif, Kegiatan Olah Raga Umum, Karya Bakti dan Bakti Sosial, Kegiatan Penanaman Pohon Bakau, Bazar, Anjangsana ke sejumlah Panti Asuhan dan Sesepuh TNI, serta Jalan Santai dan Sepeda Santai.

Demikian dijelaskan Kapendam VII/Wirabuana Kolonel CZI I Made Sutia, Selaku Ketua Seksi Dokumentasi dan Publikasi, Panitia HUT ke-70 TNI, kepada Wartawan di Ruang Kerjanya.(Kamis 10/9/2015)

Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa khusus kegiatan Lomba Foto yang akan digelar secara resmi terbuka mulai 14 September hingga 30 September 2015. Kegiatan ini terbuka untuk Umum, terutama kepada para Pewarta Foto, Fotografer Humas/PR perusahaan. Menurut Kapendam Tema Lomba adalah : “TNI Dalam Humanisme”, jadi bagi mereka yang punya hobbi fotografi, silakan mengasah kemampuan dengan mengikuti lomba ini siapa tahu berprestasi”, tambah Kapendam.

Dijelaskannya pula, bahwa Juri Lomba, adalah mereka dari para Profesional yang sengaja kita hadirkan, dan sepenuhnya penilai kami serahkan kepada mereka dengan harapan hasil penilaian lebih terjamin obyetifitasnya, jadi kami dari TNI tidak akan campur tangan, Jadi kami hanya sebatas pelaksana” Jelas kapendam.

Ketika disinggung hadiah Lomba, Kapendam menyebutkan, “bahwa yang jelas memuaskan, mengingat juaranya terdiri atas Juara I, II dan III, jadi tunggu tanggal mainnya”, imbuhnya sambil tersenyum.
Mengenai ketentuan Lomba Foto tersebut, disebutkan merupakan hasil karya asli, dan fokusnya hanya kepada aktivitas Prajurit TNI AD, AU, dan AL di wilayah ini, lebih lengkapnya ketentuan lomba tersebut meliputi :

1. Peserta Lomba adalah mereka yang sudah menyatakan mendaftarkan diri melalui Sekretariat Panitia di Pendam VII/Wirabuana, Jl Urip Sumoharjo Km 6-7 Makassar, atau Langsung menghubungi Koordinator Pelaksana Mayor Inf Suhardi, dengan Contact Person : 085255709905. Baik menelepon Langsung atau mengirim SMS. Nama, Alamat, dan Pekerjaan.

2. Foto yang dilombakan merupakan hasil karya asli atas nama peserta, yang merupakan liputan periode tahun 2014-2015, Belum pernah dilombakan dan dipamerkan.

3. Karya Foto yang akan di nilai diserahkan ke Panitia dalam bentuk cetak ukuran 12 R maksimal 3 (tiga) Foto, dan Softcopy (disimpan dalam CD/DVD) selambat-lambatnya Tanggal 1 Oktober 2015, Jam 15.00 Wita, ke Panitia di Pendam VII/Wirabuana.

4. Karya tidak boleh menggunakan proses Digital Editing, Editing hanya sebatas Cropping, Brightness, Contrast dan Grayscale/Desaturat.

5. Peserta mencantumkan Spesifikasi Foto yang sekurangnya meliputi: Lokasi pengambilan gambar, merek/Jenis Kamera, Merk/Jenis Lensa, Shuttle Speed dan Diafragma, yang ditulis di atas sehelai kertas sebagai lampiran (Tidak ditulis di atas foto atau dibalik foto).

6. Semua hasil Lomba Foto akan dinilai oleh Tim Juri yang Kompeten yang telah dibentuk oleh Pendam VII/Wirabuana.

7. Hak Cipta ada pada peserta namun Hak Milik ada pada pihak Panitia untuk keperluan Publikasi.

9. Keputusan Dewan Juri bersifat Mutlak dan tidak dapat di Ganggu Gugat.

10. Setiap peserta Lomba diwajibkan Hadir pada saat Pembacaan pemenang Lomba yang akan dilaksanakan pada acara Syukuran HUT TNI tanggal 5 Oktober 2015.

11. Dengan mengikuti Lomba ini, Peserta dianggap sudah mengikuti ketentuan yang berlaku.
Adapun Ketentuan – ketentuan Lomba tersebut wajib di pedomani dan ikuti, serta apabila ada ketentuan – ketentuan Lomba yang belum jelas atau belum dimengerti dapat ditanyakan ke Sekretariat Panitia di Pendam VII/Wirabuana.

Thursday, September 10, 2015

INDONESIA PILIH SU-35, AHLI MILITER RUSIA : BUKAN HAL MENGEJUTKAN, NAMUN WAJAR.

INDONESIA PILIH SU-35, AHLI MILITER RUSIA : BUKAN HAL MENGEJUTKAN, NAMUN WAJAR.

Keputusan Indonesia untuk membeli jet tempur Su-35 dari Rusia dinilai sebagai hal yang tidak mengejutkan. Keputusan itu sebagai hal yang wajar.

Dalam sebuah wawancara dengan situs pertahanan Rusia defendingrussia.com, ahli militer independen Alexander Yermakov mengaku tidak heran dengan keputusan Indonesia untuk membeli satu skuadron Su-35 jet tempur multirole Rusia.

Alexander Yermakov menjelaskan bahwa jet tempur berat Rusia ini akan sangat sesuai dengan karakteristik geografis Indonesia dan drive negara untuk meningkatkan pengaruh regionalnya. Menurut dia, negara dengan 255 juta penduduk yang tersebar di wilayah 5.000 kilometer dengan ribuan pulau telah menjadi kurang berkembang jaringan lapangan terbang.

“Masalah ini tentu akan diselesaikan setelah Indonesia memperoleh Su-35 yang memiliki jangkauan feri minimal 4.500 meter, ” kata Yermakov.

Selain itu, pesawat ini memiliki potensi besar untuk menghancurkan target di laut, setelah Rusia mengembangkan rudal anti-kapal canggih berbasis pesawat. Dia juga menunjuk fakta bahwa jet tempur Sukhoi sekarang telah menjadi unggulan dari Angkatan Udara Indonesia. “Dan nanti mereka akan mendapatkan pesawat dengan potensi terbaik dan unik di wilayah tersebut,” katanya sebagaimana dikutip Ria Novosti Sabtu 5 September 2015.

Sebelumnya diberitakan Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu menyatakan telah memilih Su-35 untuk menggantikan pesawat F-5 yang sudah tua
Su-35 adalah pesawat generasi 4 ++ yang menggunakan teknologi generasi kelima, yang membuat pesawat diklaim akan mengungguli semua pesawat generasi keempat yang ada di seluruh dunia. Pesawat ini juga disebut-sebut mampu mengimbangi F-22 Raptor AS. Saat ini Indonesia telah mengoperasikan keluarga Flanker yang tediri dari lima Su-27SK dan 11 Su-30MK.

DESAIN KAPAL PATROLI 110 BAKAMLA

DESAIN KAPAL PATROLI 110 BAKAMLA

Baru baru ini beredar foto jepretan pengamatliar (kaskuser) mengenai desain pengembangan kapal patroli nasional untuk Bakamla. PT Palindo Batam kembali dipercaya untuk membuat kapal patroli Bakamla dengan panjang 110 meter.

Sebelumnya PT Palindo telah berhasil membuat kapal patroli Bakamla dengan panjang 43 meter. Bukan hanya Bakamla saja, TNI AL pun telah memesan beberapa unit kapal yang telah dioperasikan di perairan barat di bawah komando Armabar. Kapal dengan panjang sekitar 40 meter yang dikenal luas sebagai kapal Clurit class.

Dengan peraturan pemerintah memberdayakan kapasitas dalam negeri, galangan kapal Indonesia terlihat bergeliat membangun beberapa macam kapal untuk keperluan perairan nusantara.
Menguping obrolan warung sebelah, ternyata kapasitas galangan kapal Indonesia setelah pemerintah mencanangkan poros maritim terlihat penuh pesanan, sampai ada penolakan pesanan karena tidak bisa memenuhi ketepatan waktu dalam pengiriman.

Kembali ke kapal patroli 110 meter, ini merupakan sebuah terobosan untuk galangan kapal swasta dan merupakan pertama buat galangan kapal PT Palindo untuk menyelesaikannya tepat waktu kedepan.

Menganalisa ala kadarnya perihal bentuk desainnya, seperti kapal dengan konsep SIGMA produksi DAMEN, namun ada pembenahan kapasitas dan fungsi lainnya. Bila nantinya telah rampung, merupakan hal menarik untuk dilihat, bila disejejerkan dengan kapal lain seperti kapal SIGMA Diponegoro class, atau PKR 10514 yang dalam proses penyelesaian PT PAL Indonesia.

LATIHAN ANTI TEROR KOPASKA.

LATIHAN ANTI TEROR KOPASKA.

Prajurit Satuan Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkopaskaarmabar) berhasil menguasai rig (pengeboran minyak lepas pantai) dari tangan kelompok teroris, di Pabelokan, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Kamis (3/9) lalu.

Hal ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Latihan K-3 Satkopaskaarmabar. Latihan K-3 tahun 2015 kali ini menggunakan sandi ”Chantoka Yudha Kopaska”. Sebelum melaksanakan manuvra lapangan (manlap), terlebih dahulu mereka melakukan geladi parsial serta Tactical Floor Game (TFG) agar lebih memahami rencana operasi perebutan rig tersebut.

Adapun materi yang dilatihkan dalam latihan merebut rig kali ini antara lain, Fastrope, Survellence Taktikal Air Born (STABO), Visit Board Search and Seizure (VBSS), menyelam tempur, penggunaan Explosive Ordonance Disposal (EOD) serta pendaratan terjun payung di rig.
(Dispenarmabar)

PELUANG KERJASAMA TEKNOLOGI ROKET DAN PENERBANGAN RI-JEPANG

PELUANG KERJASAMA TEKNOLOGI ROKET DAN PENERBANGAN RI-JEPANG

Indonesia dan Jepang menjajaki kerjasama di bidang pengembangan teknologi roket dan industri penerbangan. Duta Besar RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, berharap rencana kerjasama di kedua bidang ini, bisa menjadi kenyataan.

“Indonesia memiliki PT DI dan juga LAPAN, sehingga kita memang mempunyai basis untuk itu serta berpeluang melakukan kerja sama di bidang tersebut,” ujar Dubes Yusron usai berkunjung ke kota Nagoya, saat memenuhi undangan ke fasilitas pengembangan roket dan regional jet Mitsubishi Heavy Industries, Kamis (04/09/2015).

Menurut Yusron, Jepang sudah mengetahui bahwa Indoensia memiliki PT DI dan LAPAN. “Karena basis kita di kedua bidang itu tidak nol, maka mereka mengirim undangan ke KBRI Tokyo berkunjung ke fasilitas industri itu,” ujar Dubes Yusron.

Dalam pengembangan teknologi roket, Jepang termasuk negara dengan tingkat teknologi yang mumpuni. Roket dengan bahan bakar hidrogen cair dan oksigen cair yang ditinjau Yusron, merupakan satu diantara roket baru Jepang yang siap diluncurkan beberapa bulan mendatang.
Saat ini Jepang juga sedang menyiapkann roket untuk mengirim pesawat ke bulan yang rencananya akan diluncurkan tahun 2020.

Pesawat penumpang Mitsubishi Regional Jet, yang dikembangkan Mitsubishi Heavy Industries, sedang bersiap dikirimkan ke Amerika Serikat untuk uji coba, sekaligus untuk memperoleh izin kelaikan terbang. Sekalipun izin belum di tangan, perusahaan telah menerima pesanan sekitar lima ratus buah pesawat. Seratus di antaranya adalah pesanan Amerika Serikat.

Yusron menilai Indonesia melalui PT DI misalnya, dengan adanya kerja sama RI-Jepang dalam bidang ini akan dapat membuat PT DI menggeliat kembali.

KERJASAMA MILITER INDONESIA - CHINA

KERJASAMA MILITER INDONESIA - CHINA

Selain Pembelian MLRS 122mm dan AA Gun with FCS Air Defense System, Indonesia juga bekerjasama dengan Norinco China, untuk pembuatan amunisi 105mm dengan PT Pindad.
Tim dari Norinco China telah mengunjungi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat pada awal tahun 2015, sebagai diskusi lanjutan kerjasama pembuatan amunisi konvensional tersebut.

Norinco berharap dapat meningkatkan kerjasama ini dikemudian hari.

Norico China juga telah memaparkan Sky Dragon-50 air defense system, sesuai dengan technical request dari TNI AU. Performa firing coverage dari Sky Dragon-50 air defense system dianggap cocok untuk wilayah Indonesia. Norinco juga melengkapi sistem rudal ini dengan active radar homing guidance dan mengoptimalkan sistem konfigurasinya.

Norinco China berharap dapat ikut serta dalam bidding terhadap proyek pengadaan sistem rudal pertahanan udara Indonesia, dengan mengusung Sky Dragon-50 air defense system.

HUT TNI KE-70 KERAHKAN 10.000 PASUKAN DAN ALUTSISTA.

HUT TNI KE-70 KERAHKAN 10.000 PASUKAN DAN ALUTSISTA.

CILEGON – Sebanyak 5.000 undangan dipastikan akan memadati Pelabuhan Indah Kiat pada puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 TNI, 5 Oktober. Acara tersebut juga akan melibatkan sekira 10.000 pasukan TNI dari angkatan darat, laut dan udara.

Selain itu, juga akan dipamerkan ribuan alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta armada-armada tempur jenis terbaru yang dimiliki TNI. Di antaranya, meriam, radar, serta alat tempur yang meliputi 32 unit helikopter, 43 unit kapal perang dan 116 unit pesawat milik angkatan udara.

Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Judijanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan semua intansi untuk menyeterilkan perairan Pelabuhan Indah Kiat pada pelaksanaan HUT TNI nanti.

"Pada pelaksanaan nanti, kapal-kapal harus ditempatkan dimana dan area-area mana akan disterilkan, termasuk dengan kapal penyeberangan yang alurnya akan dirubah, sudah kami koordinasikan," kata Judijanto.

Lebih lanjut, dia mengatakan, kegiatan HUT TNI yang akan menampilkan kekuatan alutsista dipastikan aman, meski terdapat perusahaan gas milik PT Pertamina yang tidak jauh dari lokasi."Selama tidak ada kegiatan pengisian gas disana, dipastikan aman dan tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan," ujarnya.

Untuk itu, Judijanto mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan kegiatan yang dilaksanakan di Pelabuhan Indah Kiat. Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa lokasi khusus untuk masyarakat.

"Kami akan siapkan tenda-tenda untuk masyarakat menonton. Salah satunya dilokasi reklamasi PT Pertamina Tanjung Sekong," ujarnya.
Ketua Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak, Togar Napitupulu membenarkan adanya pelarangan aktivitas di sekitar perairan Pelabuhan Indah Kiat pada pelaksanaan HUT TNI nanti.

"Iya betul, kapal-kapal tidak boleh melakukan lego jangkar dan perawatan kapal disana. Adapun jalur aktifitas kapal roro diminta untuk sedikit bergeser ke arah selatan," katanya.

SAMBANGI KOPASKA, MENHAN JANJIKAN PENAMBAHAN ALUTSISTA

SAMBANGI KOPASKA, MENHAN JANJIKAN PENAMBAHAN ALUTSISTA

Melanjutkan inspeksinya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengunjungi Mako Komando Pasukan Katak (Kopaska). Ia memberikan janji untuk pasukan khas TNI AL itu.

Usai bersafari di Batalyon Intai Amfibi (Taifib) 2 di Marunda, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu langsung mengunjungi Mako Kopaska. Ia melihat berbagai alutsista dan kesiapan pasukan andalan TNI AL ini.

Untuk sampai di Mako Kopaska yang berada di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakut, Menhan bersama rombongan harus menyebrang dari dermaga dengan menggunakan perahu, Senin (7/9/2015).
Begitu datang, Ryamizard melihat-lihat pasukan dengan atribut khas Kopaska. Ada yang mengenakan tabung lengkap hingga atribut penyamaran. Berbagai perlengkapan bawah air juga menjadi perhatian khusus Menhan. Seperti kendaraan bawah air, dive proportion device (DPD) dan kendaraan tempur bawah air, sea bob.

"Ini bisa untuk 2 orang, nggak bisa kedetect radar, karena non magnetik. Ini untuk operasi sapu bersih (saber) ranjau. Bisa sabotase juga," ucap seorang anggota Kopaska, Sertu Munawir menjelaskan.
Sementara itu, sea bob digunakan Kopaska untuk mempercepat saat mendekati sasaran musuh. Selain menghemat waktu karena tidak lagi perlu berenang, prajurit lebih mudah dalam menyergap sasaran. "Kecepatan bisa 3-5 knot. Ini nggak kedetect radar, karena kecil, dikiranya ikan. Bisa 8 jam waktu operasionalnya, tergantung kecepatannya berapa. Kita punya 4. Ini bisa dinaiki oleh 2 orang dalam posisi tidur," tutur prajurit Kopaska lainnya, Serka Dwi Maryanto.

Ryamizard lalu melihat berbagai jenis senjata dan perlengkapan menyelam yang dimiliki Kopaska. Ia juga mendapat pemaparan dari Kepala Staf Armabar Laksma TNI A Oktavian tentang keperluan-keperluan yang masih dibutuhkan pasukan katak. "Besar harapan agar Mako Armabar bisa pindah ke sini. Dan agar ada akses jalan menuju Ksatrian Pondok Dayung ini jadi nggak hanya lewat penyebrangan," ujar Oktavian saat memberikan pemaparan.

Setelahnya Menhan lalu menuju lokasi fasilitas pemeliharaan dan perbaikan Lantamal III Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Mako Kopaska. Jenderal purnawirawan bintang 4 itu mengecek gudang peluru, bengkel dock, dan break water. Sesudahnya Menhan masuk ke KRI Kapitan Pattimura-371 yang sedang sandar di Dermaga Lantamal III.

Belakangan Ryamizard rajin melakukan pengecekan di batalyon maupun pasukan-pasukan di jajaran TNI. Menurutnya, ia ingin melihat langsung bagaimana operasional di lapangan, baik alutsista maupun personelnya.

"Kalau personel saya lihat sudah sangat baik, walaupun harus terus berlatih, berlatih dan berlatih. Mulai kemarin AD sekarang AL. Masalah alutsista, peralatan masih banyak harus ditambah," ucap Ryamizard di KRI Pattimura.

Ia memberi contoh, di Kopaska sendiri ada berbagai macam peralatan seperti senjata yang masih kurang untuk pasukan. Ia berjanji dalam waktu dekat akan menambah paling tidak separuh dari jumlah yang diperlukan.

"Seperti tadi pasukan katak, ada banyak (yang kurang), seperti senjata seharusnya ada 400 hanya cuma ada 20-an, itu kan terlalu kurang. Itu saya akan tambah separuhnya dulu. Daripada 20 mendingan 200 kan. Alat-alat lain juga gitu, yang rusak yang sudah habis masa pakainya, kita akan beli," jelasnya. "Tadi di (Yon Taifib 2), Mako Marinir akan pindah ke sana nanti. Itu kan bekas tambak ikan harus diurug, saya ingin urugnya dari pasir laut saja. Ada 2 kegunaannya, satu laut menjadi dalam, kedua daratan menjadi rata. Termasuk perumahannya," tambah mantan Pangkostrad itu.

Terlepas dari 2 pasukan ini, menurut Ryamizard masih banyak yang memerlukan tambahan. Seperti pesawat tempur yang biayanya per satu unit bisa mencapai lebih dari Rp 1 triliun. "Tapi kalau ini (senjata dan perlengkapan) nggak sampai, hanya ratusan lah. Saya pikir masih terjangkau. Artinya (dari minimun essential force) ada tambahan-tambahan lah," tukas Ryamizard.

Sementara itu menurut Dirjen Perencanaan pertahanan Marsda M Syaugi, anggaran untuk tambahan senjata dan perlengkapan ini akan diambil dari ditundanya pembuatan pesawat KFX. Pesawat tersebut merupakan program kerjasama Indonesia dengan Korea Selatan.

"Tadi peralatan Denjaka, Kopaska (yang kurang) ada senjata, alat selam. Itu sudah dicatat semua, itu nanti beliau sudah perintahkan anggaran tadi yang diubah untuk ke situ salah satunya," terang Syaugi di lokasi yang sama. Sebelumnya Menhan juga melakukan inspeksi ke 3 pasukan TNI AD pada Rabu, (2/9). Yakni Mako Kopassus, Yonkav 1/1 Kostrad, dan Yonif Mekanis 201 Jaya Yudha, Jakarta Timur.

TNI TERIMA 12 PESEPAKBOLA, 7 DI ANTARANYA TIMNAS U-23

TNI TERIMA 12 PESEPAKBOLA, 7 DI ANTARANYA TIMNAS U-23

Jakarta - TNI AD menerima 12 calon bintara dari atlet sepak bola melalui jalur khusus. Dari daftar tersebut, tujuh di antaranya merupakan angota timnas U-23.

Menurut Kadispenad, TNI Brigjen Wuryanto, 12 pesepakbola ini mengikuti tes melalui program calon bintara (Caba) Unggulan. Program ini merupakan jalur khusus bagi orang-orang berprestasi atau dari bidang profesi yang diperlukan.

"Ini Caba unggulan. Jadi ini jalur khusus dari mereka yang berpotensi dan mau masuk tentara," ujar Wuryanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (8/9/2015).

Menurut Wuryanto, program ini bukan hanya diperuntukkan bagi pesepakbola yang membawa harum nama Indonesia. Namun juga dari profesi-profesi yang diperlukan di TNI.

"Ini bukan program baru, setiap tahun ada. Dari berbagai bidang, misalnya teknisi atau lainnya. Wartawan juga bisa kalau mau masuk. Atau misalnya seperti saya butuh designer grafis, nanti itu untuk ditempatkan di (dinas) penerangan," jelasnya.

Walau ini jalur khusus, bukan berarti para calon bisa masuk dengan mudah. Mereka tetap harus melalui tahap seleksi. Contohnya seperti pesepakbola ini, ternyata tidak semuanya lolos. Dari 14 yang mengikuti tes, dua orang dinyatakan gagal.

"Semua ya tetap tes. Ini (pesepakbola) ada juga yang nggak lolos," kata Wuryanto.
Untuk bintara program khusus unggulan TNI AD TA 2015 dari pemain sepak bola yang lolos seleksi adalah sebagai berikut:
1. Teguh Amirudin (Barito Putra/Timnas U-23)
2. Ravi Murdianto (Mitra Kukar/ Timnas U-23)
3. Manahati Lestusen (Barito Putra/Timnas U-23)
4. Abduh Lestaluhu (Persija/Timnas U-23)
5. Safri Al Irfandi (Semen Padang/Timnas U-23)
6. Ahmad Nufiandani (Arema/Timnas U-23)
7. Wawan Febiyanto (PBR/ Timnas U-23)
8. Muhammad Dimas Drajat (Persegres U-21/ Timnas U-19)
9. Muhammad Arsyad (PBR ISL)
10. Iman Fathurahman (PBR ISL)
11. Imam Bagus Kurnia (PON Jatim)
12. Angga Saputra (Persekabpas/PON Jatim)

KEPUTUSAN RI TEPAT PILIH SU-35

KEPUTUSAN RI TEPAT PILIH SU-35

Kabar gembira itu memang harus dibagi karena penantian yang ditunggu dengan harapan yang sesuai dengan kenyataan sungguh menjadi sebuah definisi senyum yang mengagumkan.

Di minggu pertama September ceria 2015 Menhan Ryamizard telah mengumumkan bahwa pilihan pada penggantian skuadron tempur F5E akhirnya ada pada jet tempur Sukhoi SU35 yang memang sangat dinantikan. Semua kalangan tentu merasa gembira dengan keputusan itu.

Si user TNI AU tentu bergembira karena jet tempur maut itu sudah digadang-gadang sejak lama. Mereka yang paham dengan mata rantai strategi pertahanan tentu menyambut hangat pilihan cerdas itu. Soalnya ini menyangkut daya getar dan daya gentar yang mampu menyetarakan diri dengan lingkungan garis pertahanan di sekitarnya. Sukhoi SU35 adalah jet tempur yang sangat menggetarkan.

Asumsinya mudah saja. Jika kita pilih F15 atau F18 Hornet tentu “bacaan tempurnya” sudah ada di benak negara yang pakai alutsista itu. Katakanlah Australia dan Singapura. Belum lagi masalah down grade yang pasti akan dikancingkan pada setiap pesawat tempur yang dibeli oleh negara bukan sekutu penjual. Singapura dan Australia jelas sekutu AS, jadi jika kita pilih F15 atau F18 maka jelas tidak akan setara dengan yang dibeli Singapura atau Australia. Kedua negara ini juga sudah memutuskan membeli jet tempur siluman F35.

Maka keputusan kita beli SU35 adalah dalam rangka “menyambut” kehadiran F35 itu sendiri.
Pilihan terhadap jet tempur Sukhoi SU35 sudah kita prediksi sejak lama. Setidaknya ada dua tulisan yang bertemakan tentang jet tempur SU35. Terbaru artikel tanggal 26 maret 2015 juga sudah kita publikasi baik di blog pribadi dan media sosial lainnya. Intinya adalah hasrat yang kuat untuk mendapatkan pesawat tempur itu perlu didukung Kemhan, ternyata kemudian Kemhan mengamininya.

Dengan mendapatkan 1 skuadron jet tempur kelas berat Sukhoi SU35 tentu kewibawaan teritori udara NKRI semakin bergigi. Jika ini terpenuhi maka jumlah Sukhoi Family yang dimiliki TNI AU berjumlah 32 unit dari seri SU27, SU30 dan SU35. Tentu kekuatan Sukhoi itu akan disempurnakan dengan adanya tambahan jet tempur F16 yang bisa mencapai 34 unit dalam satu tahun ke depan.

Kunjungan Presiden Jokowi ke AS akhir bulan depan diharapkan akan menghasilkan kesepakatan penjualan alutsista untuk Indonesia. Tentu untuk menyeimbangkan pasokan alutsista timur dan barat. Sebagaimana yang pernah ditawarkan Presiden Obama setahun lalu, bahwa disamping program pengadaan 24 jet tempur F16 blok 52 yang sedang berjalan, ditawarkan juga tambahan 1 skuadron F16 blok 60 dan 2 kapal perang jenis fregat OHP Class. Alutsista lainnya yang sudah pasti adalah 8 Heli tempur Apache berikut persenjataannya, 4 Heli angkut Chinook.

Berhadapan dengan lingkungan sekitar yang selalu usil dan anggap enteng dengan kekuatan militer Indonesia, tentu harus dijawab dengan perkuatan militer. Nah jawaban perkuatan militer Indonesia itu semakin hari semakin memberikan keyakinan pada apa yang disebut nilai kewibawaan yang semakin terang benderang. Bahwa itulah salah satu cara elegan yakni memperkuat otot militer tanpa harus mata mendelik.

Contoh terakhir saja, Singapura masih merasa pantas mempergunakan zona latihan militer di laut Natuna dan selat Malaka berdasarkan kesepakatan pertahanan kedua negara tahun 2007. Padahal perjanjian itu batal dengan sendirinya karena tidak diratifikasi oleh DPR dan ketidaksediaan Singapura memasukkan pasal ektradisi koruptor.

Tetapi negeri itu tetap memakai teritori kita untuk latihan jet tempurnya. Ini kemudian yang membuat Panglima TNI berang lalu menyiapkan jet tempur di Batam untuk mengusir penyusup itu. Belum lagi gaya sok jagoan Malaysia di Ambalat. Kalau kita pulangkan Sukhoi atau F16 dari Tarakan, dia langsung berulah dan bermanuver. Kalau kita kirim lagi Sukhoi ke Tarakan dia malu-malu kucing atau pura-pura baik. Begitu seterusnya, jadi kedepannya memang harus tersedia minimal 1 flight jet tempur di Tarakan dan juga di Batam.

Oleh sebab itu tambahan 1 skuadron Sukhoi SU35 dan juga 1 skuadron F16 blok 60 diniscayakan akan mampu mewibawakan teritori dirgantara tanah air. Kita kan tidak ingin perang. Negara yang usil dan sok jagoan itu juga sejatinya tidak ingin perang. Tetapi provokasi, penyusupan, pelanggaran teritori dan anggap enteng merupakan tamparan bagi kewibawaan teritori kita.

Bulan-bulan ini kita kedatangan lagi berbagai jenis alutsista baru antara lain MBT Leopard, Tank Marder, Artileri Caesar Nexter dan lain-lain. Artileri berat KH179 juga sudah disebar ke Kalimantan bersama tank Scorpion. Jadi perkuatan dan sebaran alutsista, perkuatan jet tempur, kapal perang, kapal selam sesungguhnya adalah jawaban laki-laki untuk mengedepankan otot militer tanpa harus mendelik matanya.
analisasialutsista.

TNI AU siap tembak pesawat asing menyusup di Kalimantan Utara

TNI AU siap tembak pesawat asing menyusup di Kalimantan Utara

Komandan Landasan Udara Tarakan, Letkol TNI AU Tiopan Hutapea mengatakan, bakal menindak tegas pesawat asing melakukan pelanggaran wilayah udara. Hal ini dibuktikan dengan didatangkannya jet tempur Sukhoi ke Pangkalan Udara Tarakan, Kalimantan Utara.

"Itu pesawat Sukhoi memang untuk menghancurkan bukan menakut-nakuti lagi. Pelanggaran udara setelah bulan Januari langsung menghilang karena diseganinya pesawat ini," kata Tiopan di Lanud Tarakan, Kalimantan Utara.

Tiopan menambahkan, meski sudah berhasil mengusir, pesawat asing akan kembali lagi saat pesawat Sukhoi sudah pergi. "Saat pesawat Sukhoi pergi, dia balik lagi, tidak sampai 24 jam," tambah Tiopan.
Tiopan mengatakan, apabila pesawat asing yang melakukan pelanggaran udara tidak bisa diajak berbicara baik-baik, dia akan menindak tegas dengan menghancurkan pesawat tersebut.

"Menghancurkan itulah cara yang paling terakhir. Apabila tidak bisa diajak baik-baik, mau tidak mau kami boleh menghancurkan," imbuh Taopan.

Indonesia Beli Sukhoi Su-35, Singapura pengajuan Proposal Pembelian F-35nya ditolak Amerika

Indonesia Beli Sukhoi Su-35, Singapura pengajuan Proposal Pembelian F-35nya ditolak Amerika

Banyak desas-desus menyatakan bahwa Singapura telah membeli F35 untuk menyaingi Su-35 yang akan dibeli oleh Indonesia. Padahal faktanya, Singapura sama sekali tidak mendapat “izin sinyal” persetujuan dari Amerika untuk membeli pesawat ini.

Kalaupun akhirnya direstui untuk membeli jet tempur ini, paling cepat baru bisa dibeli oleh singapura tahun 2035 dengan delivery tercepat tahun 2040.

Saat ini, F35 hanya tersedia bagi para negara donor Joint Strike Fighter (JSF) ini. Yang terdiri dari: Inggris, Italy, Belanda, Kanada, Turkey, Australia, Norway, Denmark, Israel, Korea Selatan dan Jepang. Urunan dari ke-11 negara tersebut totalnya mencapa 4,3 Milyar dollar (US$4.375 billion) untuk riset, pengembangan pra produksi. Total riset pengembangan jet ini mencapati 1,3 Trillun dollar sob.

Dalam kesepakatam program JSF (Joint Strike Fighter) F-35 sudah jelas, bahwa total ada 3.100 ekor F-35 yang akan diproduksi sampai tahun 2035 dan hanya diperuntukkan bagi Amerika dan ke-11 negara partisipan tersebut.

Singapura? proposal pembelian singapura yang diajukan ketika Australian International Air Show telah ditolak oleh Pentagon.

INDONESIA DAN AUSTRALIA LATIHAN "WIRRA JAYA AUSINDO" 2015

INDONESIA DAN AUSTRALIA LATIHAN "WIRRA JAYA AUSINDO" 2015

Dalam menghadapi situasi dan kondisi yang super kompleks saat ini, memerlukan suatu sistem pertahanan yang kuat, memadukan fungsi pertahanan militer dan pemantapan kemampuannya guna mengantisipasi isu-isu berdimensi militer.

Sejalan dengan itu, mengutip pidato mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono saat pelantikan kedua kalinya sebagai Presiden RI periode 2009-2014 lalu di hadapan MPR menyatakan, " Indonesia kini dapat dengan leluasa menjalankan all direction foreign policy, dimana kita dapat mempunyai a million friends and zero enemy ".

Menanggapi pernyataan Presiden ke-6 RI tadi, TNI Angkatan Darat melalui Kodam Jaya/Jayakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan sejuta teman dan tanpa musuh. Salah satunya melalui The Indonesian Army Infantry Training Center, akrab dikenal dengan Latihan Bersama Wirra Jaya Ausindo.

Dalam kegiatan tersebut, Kodam Jaya menurunkan 100 orang prajurit terbaiknya dan pada hari ini telah menyambut serta bertatap muka dengan ke 85 orang prajurit Royal Australia Regiment (RAR), yang tiba di Lanud Husein Sastranegara sekitar pukul 17.00 Wib, dengan menggunakan pesawat Hercules C-17 dipimpin oleh Mayor Joel Water House selaku Komandan Kompi D 5 th Batalyon RAR.

Latihan Bersama ini akan dibuka besok di Markas Komando Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat-Jawa Barat dan rencananya akan berlangsung hingga tanggal 19 September 2015 mendatang.
Berdasarkan informasi yang diterima dari salah satu Pelaku Latma, Lettu Caj Malino Sihombing,S.Pd (Kaurlistrasat Pendam Jaya) menyampaikan, sebelumnya Pra Latma Wirra Jaya Ausindo juga telah dilaksanakan guna mengetahui serealistis mungkin tahapan latihan sesuai materi-materi yang akan dilatihkan, sehingga pada saat pelaksanaannya, tujuan dari Latma Wira Jaya Ausindo TA 2015 ini dapat tercapai lebih maksimal.

Letnan Satu Malino juga menambahkan, bahkan tadi pagi sambil menunggu kedatangan mereka, kami memanfaatkan waktu luang yang ada, dengan melakukan latihan menembak guna kesiapan dan kemampuan bagi para pelaku Latma Wirra Jaya Ausindo, di bawah pengawasan Danyoninf Mekanis 203/AK, Mayor Inf Agus Harimukti Yudhoyono. Adapun senjata yang dipakai adalah senapan SS-2/P-2 buatan Pindad, diikuti para pelaku Latma yang terdiri dari Danki, Danton, Bintara dan Tamtama Yonif Mekanis 203/AK.

Secara umum hal ini tentu menguatkan rasa kebanggaan tersendiri bagi Satuan Brigif 1 Pengamanan Ibukota/Jaya Sakti beserta jajarannya karena memiliki kesempatan untuk dapat membuktikan keprofesionalitasan dan kemampuan diri sekaligus menjaga nama baik bangsa di mata internasional.

RUSIA TAWARKAN KORVET STEREGUSHCHY KE INDONESIA

RUSIA TAWARKAN KORVET STEREGUSHCHY KE INDONESIA

Korvet Steregushchy salah satu kapal perang terbaru andalan Rusia, kapal ini diciptakan untuk menggantikan Grisha saudara Parchim-class yang digunakan TNI AL. Kapal ini dirancang oleh Almaz Central Marine Design Bureau, namun dibangun oleh Severnaya Verf Shipyard. Steregushchy merupakan kapal perang komplit, dapat melawan pesawat, kapal permukaan dan kapal selam.

Steregushchy dirancang anti radar, atau low observability meredam pancaran radar, infra merah dan gelombang akustik. Walaupun digolongkan sebagai korvet, Steregushchy lebih mirip fregate karena ukuran tubuhnya yang sangat besar. Steregushchy memiliki panjang 105 m, lebar 13 m dengan tonase mencapai 2.100 ton.

Steregushchy dilengkapi dengan sistem manajemen tempur yang canggih, SIGMA CIM. Steregushchy memiliki beragam sensor seperti radar anti kapal permukaan, radar udara, sonar dan sistem jamming. Sehingga Steregushchy tidak kalah canggih dengan kapal buatan negara Eropa lainnya seperti SIGMA dan F2000.

Rusia tengah menawarkan Steregushchy ke pasar ekspor, salah satunya ke Indonesia. Kapal ini dilengkapi beragam persenjataan berat seperti rudal REDUT-K, meriam Arsenal A-190 kaliber 100mm, MTPU Machine gun 14,5 mm, kanon AK-630, torpedo kaliber 533mm, roket anti kapal selam Medvedka SSN-29, bahkan rudal Yakhont P-800 sanggup digotong Steregushchy.

Indonesia menunjukan ketertarikan kepada korvet Steregushchy, terbukti mantan KASAL Marsetio, mengunjungi galangan kapal Severnaya pada 20 September 2013 lalu untuk menyaksikan langsung kehebatan Project 20382 Tigr (tiger). Steregushchy dapat menjalankan beragam misi tempur, sehingga Voyenno-morskoy Flot Rossiyskoy Federatsii atau AL Rusia mempercayakan pengamanan lautnya terhadap Steregushchy.

Steregushchy dilengkapi dengan mesin CODAD Kolomna 16D49 diesel berdaya 23.000 hp, dengan kecepatan 50 Km/perjam. Steregushchy diawaki 90 orang, dengan daya jangkau mencapai 7.000 Km.

AL POLANDIA TERTARIK LAKUKAN KERJASAMA MILITER DENGAN TNI-AL

AL POLANDIA TERTARIK LAKUKAN KERJASAMA MILITER DENGAN TNI-AL

Inspector for the Navy of Armed Forces General Command Polandia, Laksamana Madya Marian Ambroziak mengatakan, pihaknya tertarik melakukan kerja sama dengan TNI AL.

Hal ini diungkapkan Ambroziak saat bertemu Duta Besar RI untuk Polandia, Peter F Gontha di Warsawa, demikian Counsellor KBRI Warsawa, Roos Diana Iskandar, di London, Kamis (10/9).
Tahap awal dapat dimulai dengan latihan bersama, pertukaran perwira, dan pendidikan. Terkait dengan pendidikan dan latihan, Indonesia dapat juga menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Polish Naval Academy.

Dalam pertemuan ini, Gontha menjelaskan, Indonesia merupakan negara kelautan dan mempunyai coastline terpanjang kedua di dunia, yaitu 54.174 kilometer (km). Untuk itu, Indonesia menyampaikan minat melakukan kerja sama dengan Polandia di bidang industri maritim dan alat utama sistem senjata (alutsista).

Hal ini pula yang membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia (menteri KKP), Susi Pudjiastuti menyempatkan berkunjung ke Polandia baru-baru ini. Menteri Perindustrian (menperin) Saleh Husin juga akan melakukan kunjungan ke Polandia untuk menjajaki berbagai kemungkinan kerja sama dengan Polandia.

Ambroziak menyampaikan ketertarikan Polandia untuk mengirim observer pada latihan militer multilateral exercise Komodo 2016 di Indonesia.

Di samping itu, Ambroziak menawarkan kerja sama latihan kapal di Mediterranean Sea, jika terdapat kapal Indonesia yang sedang berada di wilayah Polandia. TNI AL dapat juga berpartisipasi pada latihan di kapal milik Polandia.

Di akhir pertemuan, Gontha menyampaikan rencana 10 pengusaha Polandia, yang merupakan CEO dari Polish Arm Group, berkunjung ke Indonesia untuk menjajaki kerja sama dengan mitranya di Indonesia. Kunjungan akan dilakukan di akhir September 2015 dan direncanakan akan bertemu Presiden Joko Widodo.
Berita satu.
F-16 INDONESIA BERMANUVER DI THAILAND.

Angkatan Udara Indonesia mengirimkan lima jet tempur F-16 ke Pangkalan Udara Korat pada awal September 2015. Mereka bergabung dengan kekuatan udara Thailand untuk bersama menggelar Latihan Eagle Thainesia XVII. Dan inilah aksi Falcon milik Indonesia.

Latihan akan berlangsung dari tanggal 7 hingga 16 September untuk meningkatkan kemampuan para penerbang kedua Angkatan Udara dalam melaksanakan operasi udara.

Dalam latihan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan lima pesawat F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi dan Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, dengan 77 personil yang terdiri dari 7 personel Kolat, 9 penerbang serta 59 orang teknisi.

Di samping itu juga di dukung 2 unit pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdana Kusuma dan Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh malang.

KRI BUNG TOMO-357 SINGGAH DI INDIA

KRI BUNG TOMO-357 SINGGAH DI INDIA

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo-357 yang membawa 107 prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIIIH/Unifil Lebanon singgah di Pelabuhan Cochin, India.

"Pelabuhan Cochin merupakan pelabuhan singgah pertama sebelum menuju ke Lebanon. Kedatangan duta Indonesia di India pada Selasa (8/9) itu disambut meriah," kata Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman dalam keterangan resmi di Surabaya, Kamis.

Informasi yang diterima dari Penerangan Satgas Maritim TNI Konga XXXVIII-H/UNIFIL-2015 menyatakan KRI Bung Tomo 357 melaksanakan persiapan akhir di Pelabuhan Belawan, lalu bergerak menelusuri perairan Selat Malaka.

Setelah dari Selat Malaka sampai dengan ujung barat batas wilayah teritorial Indonesia, KRI Bung Tomo memasuki Samudera Hindia dengan kedalaman laut yang mencapai ribuan meter. Alur pelayaran internasional di Selata Malaka sampai dengan perairan Srilanka merupakan alur pelayaran padat yang dilewati kapal-kapal berukuran besar yang berlayar mengangkut berbagai komoditas lintas benua.

Setiap saat di sepanjang pelayaran, Komandan KRI Bung Tomo 357 selaku Komandan Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII H Unifil, Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, selalu memimpin langsung berbagai latihan untuk meningkatkan profesionalisme prajuritnya sekaligus mengetahui kesiapan teknis berbagai peralatan yang ada di kapal.

"Latihan adalah ibarat napas kita, hanya oleh prajurit yang profesional, terlatih dan memiliki kompetensi tinggi, kapal perang ini harus diawaki, karena itu saya akan konsisten memimpin latihan," kata Kolonel Yayan Sofiyan.

Dengan demikian, sepulang dari misi perdamaian itu, maka tercetak sejumlah kader pelaut dengan kompetensi tinggi dalam penguasaan teknis kapal perang jenis MRLF (Multy Role Light Frigate), mampu memahami taktik peperangan bawah air (under water warfare), peperangan permukaan (Surface Warfare) dan peperangan anti-udara (anti air warfare).

Pertandingan Persahabatan Untuk mempertahankan stamina dan kondisi psikis prajurit, setiap hari dilaksanakan olah raga bersama, baik selama kapal berlayar maupun sandar, pertandingan persahabatan bola volley dan badminton antara prajurit KRI Bung Tomo 357 adalah wujud dari misi diplomasi yang berhasil dilaksanakan untuk meningkatkan hubungan baik sesama angkatan laut.
Interaksi sosial dalam kapal itu terjalin sangat baik dan kompak, guna menghilangkan kejenuhan siaran radio kapal selalu menyiarkan motivasi yang diselingi hiburan dan kuis yang dibawakan perwira psikologi dan perwira kesehatan. Aspek religius juga diperhatikan Komandan Kapal, bahkan prajurit yang beragama Islam melaksanakan khataman Al Quran.

Setelah berlayar menyusuri Samudera Hindia, perairan Srilanka dan pantai barat India, maka KRI Bung Tomo 357 tiba di Pelabuhan Kochin India dengan sambutan hangat dari Angkatan Laut India yang sejak berada di perairan luar alur dengan sambutan Kapal Patroli India.

Atase Pertahanan (Athan) Indonesia untuk India Kolonel Laut (E) Arif Harnanto beserta istri dan sejumlah personel Angkatan Laut India tampak berjajar rapi menyambut kedatangan Sang Duta Bangsa yang akan melaksanakan tugas sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian di Lebanon.

Kunjungan kehormatan dilaksanakan oleh Komandan KRI dan Athan kepada Chief of Staff Southern Naval Command Indian Navy, lalu mereka menyaksikan pertandingan persahabatan olahraga Bola Voli dan Bulu Tangkis di gelanggang olahraga Cochin Naval Base, Indian Navy.

Soal FIR, Panglima sebut latihan TNI tak harus izin ke Singapura

Soal FIR, Panglima sebut latihan TNI tak harus izin ke Singapura

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan ranah pengambil alihan Flight Information Region (FIR) merupakan kewenangan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Menurut Gatot, FIR hanya sebatas kewenangan dan navigasi pesawat.

"Jadi begini, pemerintah tak ada merebut. FIR pada tahun 1995, Indonesia memberikan kepada Singapura. Ini berdasarkan anex 11. Pemerintah memberikan FIR ke negara lain itu hanya navigasi dan keselamatan," kata Gatot di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/9).

Kendati demikian, kata dia, FIR dapat diambil alih kapan saja. Sehingga pemerintah perlu persiapan sekitar dua hingga tiga tahun ke depan untuk mengelola FIR.

"Itu diminta kapan pun bisa, tapi mempersiapkan semuanya dua atau tiga tahun ke depan," imbuhnya.

Lanjut dia, pengelolaan udara yang bersinggungan dengan Singapura juga sempat merembet pada kawasan area latihan militer (Military Training Area). Namun, pada tahun 2007, DPR tidak meratifikasi perjanjian pertahanan defense cooperation agreement (DCA) dengan Singapura. Sehingga, TNI bebas berlatih di wilayah sendiri.

"Jadi kita tidak harus izin, jadi kita latihan saja, karena kita tidak ratifikasi. Sebaliknya, kita bisa tindak pesawat Singapura, karena itu wilayah kita," pungkasnya. (Merdeka)

Padamkan kebakaran hutan di Riau, TNI kirim 1.150 prajurit

Padamkan kebakaran hutan di Riau, TNI kirim 1.150 prajurit

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengirimkan sejumlah 1.150 prajurit untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau. Prajurit TNI tersebut terdiri Marinir, Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) dan Kopaskhas (Komando pasukan Khas) TNI AU.

Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, ribuan prajurit akan diberangkatkan secara estafet dengan 3 pesawat Hercules C 130.

"Saya bangga dengan kesiapan prajurit karena ini tugas mendadak tapi prajurit selalu siap membantu negara," kata Gatot di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/9).

Gatot menjelaskan, pengiriman Satgas tersebut bertujuan untuk menyelamatkan ekosistem hutan dan masyarakat dari dampak kebakaran hutan yang semakin meluas. Dia meminta setiap prajurit yang berangkat harus melaksanakan tugas dengan baik.

"Saya bangga dan terima kasih atas kesiapan prajurit. Pemerintah baru kemarin sore memberikan perintah, sekarang kalian sudah berangkat. Untuk itu laksanakan tugas dengan baik. Kepada setiap satuan tugas dapat menyisir sudut hutan dan mencari titik-titik api, dengan alat Pemadam ataupun dengan alat seadanya yang bisa memadamkan api," ujarnya.

Dia melanjutkan, nanti dua batalyon akan dikirim ke Sumatera Selatan, sedangkan satu batalyon di Jambi, yang juga untuk mengatasi kebakaran di Sumsel karena wilayahnya lebih dekat dari Jambi. Para prajurit akan dilengkapi dengan sepatu boat, masker, dan mesin pompa air masing-masing batalyon dengan pipa sepanjang 60 meter.

"Perhatikan juga faktor keamanan dan kondisi apapun menggunakan alat keselamatan kerja. Manfaatkan sesuatu apapun untuk memadamkan api," pungkasnya. (Merdeka)